Lagi tranding-viral di media sosial ABG Citayam Ternyata Belanja Baju dan Pernak-pernik di Tempat Ini hingga Jadi Sorotan Nasional hingga Internasional.
Fenomena Citayam Fashion Week bermula di lingkungan Sudirman Jakarta,belakangan dan nasional,Namun,berita ABG Citayam ini terutama berasal dari media internasional Jepang.Kehadiran para ABG ini dengan dandadan yang nyentrik tentu saja membuat publik bertanya-tanya, kira-kira di mana para ABG ini membeli baju dan pernak-pernik lainnya.tampilan para ABG itu dapat dengan mudah dijumpai.Sebab,barang yang mereka kenakan rata-rata brand mewah.Mereka dengan harga yang murah meriah di pasaran. Salah satu yang cukup terkenal di pinggiran Depok adalah Kampung Bulak Timur.Lokasinya berada di kawasan Citayam,atau sekitaran Cipayung.
Publik kemungkinan akan penasaran dengan bagaimana ABG saat ini membeli pakaian dan aksesoris lainnya mengingat nyentrikisme dandadan tersebut.
Tampilan para ABG itu dapat ditemukan Karena rata - rata pembelian barang mereka belum tentu merek Mewah .Mereka membelinya dari pasar dengan harga yang wajar.
Salah satu yang paling terkenal di daerah Depok adalah Kampung Bulak Timur.Lokasinya di Citayam atau sekitar Cipayung.
Berbagai gerai dengan harga terjangkau dan fashion lainnya tersedia di lokasi ini.Dalam hal ini,barang yang dijual biasanya merupakan sistem grosir,bahkan dapat menjadi satu - satunya alat transportasi bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang .Barang yang dijajakan para pedagang di sana harganya relatif murah.Misalnya, untuk celana legging saja hanya dibandrol Rp 12. Celana pendek dan kaos kisaran Rp 35,serta celana jeans, sekira Rp 100 From. Kampung Bulak sendiri sudah ada sejak periode 1980-an.Menurut salah satu warga sekitar,usaha di tempat itu awalnya terdiri dari dua sampai tiga pedagang saja.
Tawar - menawar tersedia untuk anggota parapedagang di daerah tersebut.Misal ,Rp 12 adalah harga maksimal untuk sepasang celana legging.Celana pendek dan kaos berharga 35 rp, sedangkan celana jeans berharga sekitar 100 rp.
Kampung Bulak sendiri sudah ada sejak tahun 1980-an.Salah satu warga sekitar mengklaim bahwa ada dua hingga empat orang yang bekerja di lokasi saat itu.
Dulunya seorang warga setempat, mengatakan“ Dulunya , mayoritas warga di daerah ini bekerja di pabrik pakaian dan konveksi .“Di sini dulu awalnya hanya perkampungan penduduk biasa. Setelah 1998 itu, warga memanfaatkan rumah mereka jadi toko sekaligus tempat produksi,” tambahnya.
“Di tempat ini,semua yang hadir pada awalnya adalah penduduk biasa .Setelah tahun 1998,lingkungan tersebut digunakan sebagai toko sekaligus tempat produksi menurut tambahn tersebut.


Posting Komentar
0Komentar